BENIH YANG TERTIMBUN TERLALU DALAM

Posted by Admin 2026-08-18

blog-post-image

"Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Yohanes 12:24 (TB)

Kisah Benih yang Takut Tumbuh

Di dalam sebuah kantong milik seorang petani, terdapat banyak benih gandum. Semua benih memiliki bentuk yang hampir sama, tetapi ada satu benih kecil yang selalu merasa takut. Ia mendengar cerita bahwa benih harus ditanam jauh ke dalam tanah, tertutup tanah, kehilangan cahaya, dan menunggu dalam kegelapan. Baginya, itu terdengar seperti akhir dari kehidupan.

“Aku tidak mau ditanam,” pikirnya. “Aku ingin tetap berada di sini. Di dalam kantong ini aku aman. Aku masih bisa melihat cahaya dan tidak perlu menghadapi tanah yang gelap.”

Benih-benih lainnya tidak dapat meyakinkannya. Hingga suatu hari, petani mengambil segenggam benih dan menaburkannya ke ladang. Benih kecil itu jatuh ke tanah.

Tubuhnya tertutup tanah dan semuanya menjadi gelap. Ia tidak lagi melihat matahari. Tidak ada angin, tidak ada pemandangan, dan tidak ada kebebasan seperti sebelumnya.

Beberapa hari berlalu. Benih itu mulai merasa putus asa. “Mungkin aku sudah berakhir,” pikirnya. Namun tanpa ia sadari, sesuatu sedang terjadi di dalam dirinya. Kulit benih mulai pecah. Akar kecil mulai muncul dan bergerak ke bawah mencari air. Setelah itu, tunas kecil mulai tumbuh ke atas, menembus tanah sedikit demi sedikit.

Perjuangannya tidak mudah. Tunas itu harus mendorong tanah yang berat untuk mencapai permukaan. Tetapi akhirnya, setelah beberapa waktu, ia berhasil melihat cahaya matahari untuk pertama kalinya.

Hari demi hari, tunas itu bertumbuh menjadi batang kecil. Batangnya semakin kuat, daunnya semakin banyak, hingga akhirnya menjadi tanaman gandum yang menghasilkan bulir-bulir baru. Benih yang dahulu takut kehilangan dirinya kini justru menghasilkan banyak benih lainnya.

Saat melihat hasilnya, ia mengerti bahwa masuk ke dalam tanah bukanlah akhir. Itu adalah awal dari kehidupan yang baru.

Relevansi dengan Alkitab: Panggilan untuk Bertumbuh dan Berbuah

Sering kali kita ingin Tuhan membawa kita langsung kepada hasil tanpa melewati proses. Kita ingin dipakai Tuhan, tetapi takut menghadapi pembentukan. Kita ingin memiliki karakter yang kuat, tetapi tidak menyukai ujian. Kita ingin mengalami pertumbuhan, tetapi takut meninggalkan kenyamanan.

Padahal, seperti benih yang harus masuk ke dalam tanah sebelum bertumbuh, ada bagian-bagian dalam hidup kita yang harus kita serahkan kepada Tuhan. Kesombongan, ego, kebiasaan lama, ketakutan, dan keinginan untuk selalu mengendalikan semuanya perlu mati agar kehidupan baru dapat bertumbuh.

Menjadi murid Kristus yang tangguh bukan berarti mempertahankan diri kita yang lama dengan segala cara. Terkadang kita harus berani berkata, “Tuhan, bentuklah aku sesuai kehendak-Mu,” meskipun prosesnya tidak selalu nyaman.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

  1. Pertumbuhan sering dimulai dari tempat yang tidak nyaman.
  2. Melepaskan kehidupan lama membuka ruang bagi kehidupan yang baru.
  3. Tuhan dapat memakai proses tersembunyi untuk menghasilkan buah yang besar.
  4. Murid Kristus yang tangguh berani dibentuk dan diubahkan oleh Tuhan.

Sebagai anak muda, mungkin saat ini kamu sedang berada dalam musim yang terasa gelap dan tidak jelas. Kamu mungkin merasa tidak berkembang, kehilangan arah, atau bertanya mengapa Tuhan mengizinkanmu berada dalam situasi tersebut. Ingatlah benih kecil itu. Apa yang terlihat seperti terkubur bukan berarti Tuhan sedang melupakanmu. Bisa jadi, justru di tempat yang tidak terlihat itu Tuhan sedang menumbuhkan akar, membangun karakter, dan mempersiapkanmu untuk menghasilkan buah. (MA).

“Buried does not mean forgotten.
Sometimes God plants you deep before He grows you high."