BURUNG YANG TAKUT MENINGGALKAN SARANG
Posted by Admin 2026-08-18
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
2 Timotius 1:7 (TB)
Kisah Anak Burung yang Takut Terbang
Di sebuah pohon tinggi, seekor induk burung membangun sarang untuk anak-anaknya. Setiap hari, sang induk terbang jauh mencari makanan lalu kembali membawa makanan untuk anak-anaknya. Salah satu anak burung selalu memperhatikan ibunya dengan kagum. Ia ingin sekali bisa terbang seperti ibunya, tetapi setiap kali melihat ke bawah dari tepi sarang, ia merasa takut.
“Bagaimana kalau aku jatuh?” pikirnya. “Bagaimana kalau sayapku tidak cukup kuat? Bagaimana kalau aku tidak bisa kembali ke sarang?”
Hari demi hari berlalu. Saudara-saudaranya mulai belajar mengepakkan sayap dan melompat dari satu dahan ke dahan lain. Namun anak burung itu tetap bersembunyi di sudut sarang. Ia merasa aman selama berada di tempat yang sudah dikenalnya.
Suatu pagi, sang induk datang dan berkata seolah ingin meyakinkannya, “Kamu sudah memiliki sayap. Sekarang waktunya belajar menggunakannya.” Anak burung itu gemetar. Ia memandang ke bawah, lalu memandang ibunya. “Aku takut,” seolah itulah yang ingin dikatakannya.
Induk burung tidak mendorongnya dengan kasar. Ia justru terbang lebih dulu ke dahan yang tidak jauh dari sarang. Kemudian ia kembali dan berdiri di samping anaknya. Perlahan anak burung itu mengepakkan sayapnya. Ia melompat.
Untuk sesaat tubuhnya jatuh ke bawah. Ia panik dan mengira semuanya berakhir. Namun sayapnya mulai menangkap udara. Ia mengepak lebih kuat. Sedikit demi sedikit tubuhnya terangkat. Ia terbang!
Anak burung itu akhirnya menyadari bahwa selama ini yang membuatnya tidak terbang bukan karena ia tidak memiliki sayap, tetapi karena ia terlalu takut menggunakannya. Sarang memang memberinya keamanan, tetapi Tuhan menciptakan sayap agar ia berani meninggalkan sarang dan menjalani tujuan yang lebih besar.
Relevansi dengan Alkitab: Berani Melangkah dalam Panggilan Tuhan
Ada masa ketika kita merasa nyaman berada di tempat yang sudah kita kenal. Kita takut mencoba sesuatu yang baru karena khawatir gagal, ditolak, atau tidak mampu. Akibatnya, kita memilih tetap berada di “sarang” meskipun sebenarnya Tuhan sudah memberikan kemampuan untuk melangkah lebih jauh.
Panggilan Tuhan tidak selalu membawa kita ke tempat yang nyaman. Kadang Tuhan mengajak kita keluar dari zona nyaman, belajar sesuatu yang baru, mengambil tanggung jawab, melayani, mengampuni, atau berani menjadi berbeda karena iman. Ketakutan mungkin tetap ada, tetapi keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian berarti tetap melangkah meskipun takut.
Menjadi murid Kristus yang tangguh berarti percaya bahwa Tuhan telah memperlengkapi kita untuk menjalani panggilan-Nya. Kita tidak harus mengetahui seluruh perjalanan sebelum mulai melangkah. Kita hanya perlu percaya kepada Dia yang memimpin.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
- Jangan biarkan ketakutan menghentikan panggilan Tuhan.
- Zona nyaman tidak selalu menjadi tempat pertumbuhan.
- Tuhan telah memberikan kemampuan dan potensi untuk digunakan bagi-Nya.
- Murid Kristus yang tangguh berani melangkah meskipun belum mengetahui seluruh perjalanan.
Sebagai anak muda, mungkin ada sesuatu yang selama ini Tuhan taruh dalam hatimu, tetapi kamu terus menundanya karena takut gagal. Mungkin kamu takut memulai pelayanan, mengambil kesempatan baru, berbicara tentang iman, atau mengejar panggilan yang Tuhan berikan. Ingatlah anak burung itu: ia tidak akan pernah tahu bahwa ia bisa terbang kalau ia terus bersembunyi di dalam sarang. Ada saatnya kita harus mengepakkan sayap, meninggalkan rasa takut, dan percaya bahwa Tuhan akan menolong kita dalam perjalanan. (MA).
“You were not created to spend your whole life hiding in the nest.”