LENTERA DI JALAN YANG SEPI

Posted by Admin 2026-08-18

blog-post-image

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang,
sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan,
bahkan akan menolong engkau."

Yesaya 41:10a (TB)

Kisah Lentera yang Menunggu di Jalan

Di sebuah desa yang jauh dari keramaian, terdapat sebuah jalan panjang yang membelah hutan. Jalan itu jarang dilewati orang, terutama setelah matahari terbenam. Di sepanjang jalan berdiri beberapa tiang dengan lentera yang menyala setiap malam. Salah satunya adalah lentera kecil yang berada paling jauh dari desa.

Setiap malam, lentera itu menyala sendirian. Tidak banyak orang melewatinya. Kadang sepanjang malam tidak ada seorang pun yang datang. Karena itu, lentera kecil mulai bertanya-tanya, “Untuk apa aku terus menyala kalau hampir tidak ada yang melihat?”

Ia melihat lentera-lentera di dekat desa yang selalu dilewati banyak orang. Cahaya mereka dipuji dan dinikmati banyak orang, sementara dirinya hanya berdiri di jalan yang sunyi. Lama-kelamaan, ia merasa tugasnya tidak berarti.

Suatu malam, hujan turun sangat deras. Kabut tebal memenuhi jalan dan membuat jarak pandang menjadi sangat pendek. Seorang lelaki tua yang sedang berjalan pulang dari desa kehilangan arah. Ia tidak dapat melihat jalan di depannya dan mulai ketakutan. Namun dari kejauhan, ia melihat cahaya kecil. 

“Itu pasti jalan,” pikirnya. Ia berjalan perlahan mengikuti cahaya tersebut. Sedikit demi sedikit, lentera kecil menuntunnya melewati jalan yang licin hingga akhirnya ia sampai di rumah dengan selamat. Lentera itu baru menyadari bahwa selama ini ia tidak perlu menerangi seluruh dunia. Ia hanya perlu menerangi bagian jalan yang Tuhan percayakan kepadanya.

Relevansi dengan Alkitab: Tetap Setia Meskipun Tidak Terlihat

Ada kalanya kita merasa pelayanan, kebaikan, atau usaha yang kita lakukan tidak menghasilkan apa-apa karena tidak banyak orang yang melihat. Kita mungkin bertanya, “Apakah semua ini benar-benar berarti?” Namun Tuhan tidak pernah mengukur kesetiaan berdasarkan jumlah orang yang memberikan tepuk tangan.

Ada pekerjaan yang dilakukan di tempat tersembunyi. Ada doa yang tidak diketahui siapa pun. Ada kata-kata penguatan yang mungkin hanya didengar satu orang. Ada pelayanan sederhana yang tidak pernah masuk media sosial. Tetapi semuanya tetap berharga di hadapan Tuhan.

Menjadi murid Kristus yang tangguh berarti tetap setia bahkan ketika tidak ada yang memperhatikan. Kita tidak dipanggil untuk menjadi terang bagi seluruh dunia seorang diri. Kita dipanggil untuk setia menerangi tempat di mana Tuhan menempatkan kita.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

  1. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena tidak mendapat perhatian.
  2. Kesetiaan tetap berharga meskipun dilakukan secara tersembunyi.
  3. Tuhan dapat memakai tindakan kecil untuk menolong seseorang.
  4. Murid Kristus yang tangguh tetap menyala meskipun berada di tempat yang sepi.

Sebagai anak muda, mungkin kamu pernah merasa apa yang kamu lakukan tidak dihargai. Jangan berhenti. Bisa jadi ada seseorang yang sedang berjalan dalam “kegelapan” dan membutuhkan cahaya yang Tuhan letakkan dalam hidupmu. Kamu mungkin tidak pernah tahu seberapa besar dampak dari satu doa, satu perkataan, atau satu tindakan kecil yang kamu lakukan dengan kasih. (MA).

“You may never know whose darkness your little light helped overcome.”