POHON YANG TETAP BERBUAH SETELAH DITEBANG
Posted by Admin 2026-08-18
"“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,
yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian
kamu adalah murid-murid-Ku."
Yohanes 15:8 (TB)
Kisah Pohon yang Kehilangan Cabangnya
Di sebuah kebun, tumbuh sebuah pohon jambu yang selama bertahun-tahun menghasilkan buah yang manis. Setiap musim panen, pemilik kebun selalu datang mengambil buahnya. Anak-anak di sekitar kebun juga senang berteduh di bawah dahannya yang rindang.
Namun suatu musim hujan, badai besar datang dan mematahkan hampir seluruh cabang pohon itu. Beberapa cabangnya patah dan jatuh ke tanah. Daunnya berkurang drastis, dan pohon yang dahulu terlihat subur kini tampak menyedihkan.
Pohon itu merasa malu. Ia melihat pohon-pohon lain di sekitarnya masih memiliki banyak daun dan buah. “Aku sudah tidak berguna,” pikirnya. “Aku bahkan tidak bisa memberikan apa-apa lagi.”
Pemilik kebun tidak menebang pohon tersebut. Ia justru membersihkan cabang-cabang yang patah, memangkas bagian yang rusak, menggemburkan tanah di sekelilingnya, dan terus menyiramnya. Hari demi hari, pohon itu tetap dirawat meskipun belum menunjukkan perubahan berarti.
Beberapa minggu kemudian, tunas-tunas kecil mulai muncul. Pohon itu kembali menumbuhkan daun. Bulan demi bulan berlalu, cabang-cabang baru mulai tumbuh. Musim berikutnya, bunga-bunga kecil bermunculan dan akhirnya berubah menjadi buah.
Pohon itu kembali berbuah.
Saat melihatnya, pohon tersebut seolah memahami sesuatu: badai memang telah mengambil banyak bagian dari dirinya, tetapi badai tidak mengambil kemampuan untuk bertumbuh. Selama akarnya masih hidup dan pemilik kebun masih merawatnya, masih ada harapan untuk menghasilkan buah kembali.
Relevansi dengan Alkitab: Kegagalan Bukan Akhir dari Panggilan
Dalam kehidupan, ada masa ketika kita mengalami “badai”. Kegagalan, penolakan, kehilangan kesempatan, konflik, atau kesalahan masa lalu dapat membuat kita merasa bahwa semuanya sudah berakhir. Kita melihat diri sendiri seperti pohon yang kehilangan cabang dan merasa tidak mungkin menghasilkan sesuatu yang baik lagi.
Namun Tuhan tidak selalu melihat kita berdasarkan keadaan kita hari ini. Dia melihat apa yang masih dapat Dia kerjakan dalam hidup kita. Seperti pemilik kebun yang tetap merawat pohonnya, Tuhan juga sabar membentuk, memulihkan, dan memproses kita.
Terkadang Tuhan bahkan mengizinkan bagian-bagian tertentu dalam hidup kita “dipangkas” agar kita dapat bertumbuh dengan lebih sehat. Kehilangan sesuatu tidak selalu berarti kehilangan panggilan. Bisa jadi Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menghasilkan buah yang lebih baik.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
- Kegagalan bukan berarti hidup kita selesai.
- Tuhan dapat memulihkan apa yang terlihat sudah rusak.
- Proses pemangkasan dapat menghasilkan pertumbuhan baru.
- Murid Kristus yang tangguh tidak menyerah setelah mengalami kejatuhan.
Sebagai anak muda, mungkin ada sesuatu dalam hidupmu yang pernah hancur dan membuatmu berpikir bahwa masa depanmu sudah berakhir. Jangan menyerah. Selama Tuhan masih bekerja dalam hidupmu, masih ada kesempatan untuk bertumbuh dan berbuah. Jangan biarkan satu musim buruk menentukan seluruh cerita hidupmu. (MA).
“A storm may break your branches,
but it does not have to destroy your roots.”